Wednesday, 17 August 2011

PESANAN BUAT ANAK-ANAK YANG AKAN MENJEJAKKAN KAKI KE ALAM RUMAHTANGGA

Ramadhan telah hampir tahap dua pertiga. Teruslah beramal dengan ikhlas. Dalam kerahmatan Ramadhan, ada anak-anakku (baca: anak usrah dan anak didik) yang sedang dalam persiapan terakhir melangkahkan kaki ke alam rumahtangga.

Disamping persediaan zahir, persediaan minda dan perancangan pembentukan keluarga pejuang perlu diambil berat. Keluarga yang kalian akan bina nanti bukan sekadar keluarga biasa. Perlu dilihat contoh-contoh keluarga yang melahirkan peribadi-peribadi seperti Asma' Abu Bakr, Abdullah Abu Bakr dan seumpamanya.

Lihat juga peribadi-peribadi seperti Khansa' dengan 4 orang anaknya, Sumayyah dan keluarganya dan banyak lagi yang boleh kita kutip dalam bacaan sirah Rasulullah dan sirah sahabah.

Buat panduan anak-anak, saya kongsikan bahan ini:

Sumber :

http://www.suara-islam.com/news/keluarga/rumah-tangga/1985-membentuk-keluarga-pejuang

Membentuk Keluarga Pejuang

Di tengah derasnya arus budaya sekuler (memisahkan agama dari kehidupan) dan kapitalis (materialistis), umat Islam harus berjuang keras untuk mempertahankan ajaran Islam dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Musuh-musuh Islam terus berusaha menghancurkan umat Islam melalui perang terselubung di medan pemikiran dan aqidah. Tujuannya untuk menghancurkan agama lewat bobroknya hati para pemeluknya, rusaknya moral dan akhlaq, hilangnya kepribadian, terjajahnya akal dan kemudian memisahkan umat Islam dari ajaran Islam. Serangan itu disalurkan melalui satelit parabola; kegiatan olahraga dan kesenian; majalah dan koran; syair, lagu dan film.

Selanjutnya, muncullah generasi Islam yang sesuai dengan keinginan para kolonialis. Generasi yang tidak memperhatikan perkara-perkara penting, lebih suka bersantai-santai, bermalas-malasan,dan selalu menuruti hawa nafsunya dengan cara apapun. Mereka melakukan segala sesuatu demi memenuhi hawa nafsu.

Oleh karena itu, kita harus berusaha keras agar setiap keluarga muslim memiliki kesadaran untuk menjadi keluarga pejuang, yang menjaga sinar Islam tetap memancar dan melawan setiap gerakan pemurtadan.

Keluarga Abu Bakar Mensukseskan Hijrah

Peristiwa hijrah yang menjadi tonggak peradaban Islam, karena Islam diterapkan dalam suatu Negara berdaulat (Daulah Islamiyah Madinah), ternyata tidak bisa dilepaskan dari peranan keluarga Abu Bakar ra yang luar biasa. Abu Bakar terpilih menjadi sahabat yang mendampingi rasul yang terakhir hijrah. Ketika menghindari kejaran kafir Quraisy, mereka berdua bersembunyi di gua Tsur selama 3 hari.

Persembunyian mereka berdua dibantu oleh anak-anak Abu Bakar yang harus siap menerima risiko dibunuh jika ketahuan pihak musuh. Setiap hari, Asma binti Abu Bakar menjadi pemasok makanan, dan Abdullah bin Abu Bakar menjadi informan (tentang perkembangan keadaan di Mekkah dan pengejaran Quraisy). Setelah keadaan aman, merekapun melanjutkan perjalanan sampai ke Madinah.

Ibu mereka sungguh mulia karena mampu mendidik anak-anaknya menjadi orang yang berani menolong rasululloh saw. Istri Abu Bakar adalah isteri teladan yang mendukung perjuangan suaminya meskipun harus mengorbankan nyawanya.

Ummu Syuhada Khansa memberi dorongan dan nasehat kepada 4 puteranya yang akan berjihad. Kemudian dibacakan satu ayat dari surah Ali Imran, “Wahai orang yang beriman! Sabarlah, dan sempurnakanlah kesabaran itu, dan teguhkanlah kedudukan kamu, dan patuhlah kepada Allah, mudah-mudahan menjadi orang yang beruntung.” Putera-putera Khansa khusyuk mendengar nasihat ibu yang disayanginya, dan mereka tidak sedikitpun merasa takut untuk merebut kesempatan masuk surga.

Putra pertama sambil berperang bersyair, “Hai saudara-saudaraku! Ibu tua kita yang banyak pengalaman itu, telah memanggil kita semalam dan memberikan nasihat. Semua mutiara yang keluar dari mulutnya bermakna dan bermanfaat. Insya Allah akan kita buktikan sebentar lagi.”

Anak kedua menghadang setiap musuh sambil bersyair, “Demi Allah! Kami tidak akan melanggar nasihat dari ibu kami. Nasihatnya wajib ditaati dengan ikhlas dan rela hati. Segeralah bertempur, segeralah bertarung dan menggempur musuh-musuh bersama-sama. Sehingga kau lihat keluarga Kaisar musnah.”

Anak ketiga melompat dan bersyair, “Sungguh ibu kami kuat keinginannya, tetap tegas tidak goyah. Beliau telah mengingatkan kita agar bertindak cakap dan berakal cemerlang. Itulah nasihat seorang ibu terhadap anak-anaknya. Mari! Segera memasuki medan tempur dan segeralah untuk mempertahankan diri. Dapatkan kemenangan yang bakal membawa kegembiraan di dalam hati. Atau tempuhlah kematian yang bakal mewarisi kehidupan yang abadi.”

Anak keempat menghunus pedang sambil bersyair, “Bukanlah aku putera Khansa’, bukanlah aku anak laki-laki. Dan bukanlah pula karena ‘Amru yang pujiannya sudah lama terkenal. Kalau aku tidak membuat tentara asing yang berkelompok-kelompok itu terjungkal ke jurang bahaya, dan musnah musuh oleh senjataku.”

Bertempurlah keempat putera Khansa dengan tekad yang bulat untuk mendapatkan surga diiringi doa munajat ibunya yang berada di garis belakang. Kemudian tentara Islam datang menemui Khansa memberitahukan bahwa keempat anaknya telah menemui syahid. Al-Khansa menerima berita itu dengan tenang, gembira, hati tidak goyah, dan berkata, “Segala puji bagi Allah, yang telah memuliakanku dengan mensyahidkan mereka, dan aku mengharapkan dari Tuhanku, agar mengumpulkan aku dengan mereka di tempat tinggal yang kekaldengan rahmat-Nya!”.

Khansa adalah ibu yang sukses mengantar anak-anaknya ke pintu surga.

Tips Membentuk Keluarga Pejuang

Keluarga yang sakinah mawaddah wa rohmah mampu memahami bahwa tujuan hidup di dunia bukan hanya sekedar makan, minum dan bersenang-senang semata, melainkan tujuan utamanya adalah beribadah kepada Alloh, mentaatiNya, menjalankan perintahNya dan menyeru kepadaNya. Alloh berfirman: “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Alloh, mengerjakan amal yang soleh dan berkata sesungguhnya aku termasuk orang yang berserah diri”. (QS Fushilat: 33).

Ibnul Qoyyim berkata: “Seseorang tidak akan menjadi pengikut Muhammad saw secara benar, hingga ia menyeru kepada apa yang diserukan beliau berdasarkan ilmu”. Alloh berfirman: “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, mereka adalah orang-orang yang beruntung” (QS Ali Imron: 104). Kehidupan rosul adalah kehidupan dakwah.

Jadi orang tua yang sholeh akan memompa semangat dakwah kepada anak-anaknya dalam suasana rumah tangga yang harmonis. Di tengah arus kehidupan yang tidak Islami, orangtua harus kreatif dan tidak membuat anak merasa tertekan dan terpaksa menjadi keluarga pejuang. Beberapa tips membentuk keluarga pejuang:

1. Tanamkan ketaqwaan dengan aqidah dan ajaran Islam yang benar pada anak.


2. Memberikan harta yang halal untuk menanamkan kejujuran dalam diri anak.

3. Mengenal karakter anak agar dapat memilih cara pendekatan yang tepat dalam memberi masukan dan mengingatkan.

4. Sering ingatkan anak dengan ayat/hadits melalui telephon atau sms, untuk memotivasi anak agar tetap konsisten dan bersemangat dalam berdakwah.

5. Dorong anak mengikuti perkembangan Islam dan umatnya melalui berita lewat TV,Radio atau Koran, kemudian diskusikan dengan sudut pandang Islam.

6. Perkuat nafsiyah islamiyah anak dengan melaksanakan sholat berjamaah, qiyamul lail, puasa sunnah dan tadarus al-Qur’an bersama-sama. Buat kegiatan harian Islami anak.

7. Buat kajian shirah Rasul dan sahabat diantara anggota keluarga, untuk meneladani semangat juang dan kerelaan berkurban di jalan Allah.

8. Sering menghadiri acara ke-Islaman agar mendapat suntikan energi dan semangat juang.

9. Berikan predikat kepada anak dengan sering mengatakan kepadanya: “Kamu adalah pejuang Islam”. Hal ini menjadi energi positif untuk mewujudkannya.ar benar-benar menjadi pejuang.

10. Sortir tontonan TV dan bacaan anak-anak agar terseleksi informasi yang akan mempengaruhi pikiran dan perasaannya. Yang dilarang adalah yang dapat merusak aqidahnya

11. Tumbuhkan sikap berani karena benar, kemandirian dan kepemimpinan.

12. Buatlah komunitas remaja Islam dengan teman-teman yang sholeh. Karena anak butuh teman untuk menjadi tempat bertukar pikiran atau curhat.

13. Ajak anak membuat rencana dakwah bersama teman-temannya untuk mewarnai lingkungan sekitar rumah.

14. Diskusikan target dakwah yang mampu dicapai anak, misalnya menyebarkan bulletin dakwah, undangan kegiatan ke-Islaman, dll kepada teman sekolah, teman rumah atau guru.

15. Buatlah perpustakaan rumah untuk mendorong minat baca anak sehingga wawasannya menjadi luas.

16. Buatlah mading keluarga untuk menumbuhkan kreativitas dan ketajaman anak dalam memperhatikan sesuatu yang penting, dan menjadi sarana untuk saling menasehati dalam kebenaran.

17. Anak harus mengikuti halaqoh tahfizh qur’an.

18. Mengasah kepedulian anak terhadap fakir miskin, dengan membuat tabungan untuk disalurkan kepada lembaga dakwah atau lembaga sosial.

Selamat berjuang membentuk keluarga pejuang. Allohu Akbar!

Ummu Hafizh

Tuesday, 2 August 2011

RAMADHAN - BULAN PENDIDIKAN

Sebahagian nota yang sempat saya catat semasa program Halaqah Qaseh pada 6Ramadhan 1432 bersamaan 6 Ogos 2011 di Surau An Nur. Penyampaian oleh Ustaz Syazali Herman. Walaupun kehadiran tidak berapa ramai (lebih kurang 30 orang) tetapi sesi interaktif bersama Ustaz sangat baik dan bermanafaat bagi semua.

Utamakan solat

Pertama sekali ustaz ingatkan tentang kita mengutamakan solat 5 waktu. Dalam mengajar anak-anak berpuasa kita memang banyak memberi penekanan kepada puasanya, kadang-kadang kita tidak meneliti solatnya. Apakah mereka telah solat? Bagaimana kualiti solat mereka?

Kita beri ganjaran sekiranya anak-anak ini dapat berpuasa penuh, tapi apakah ganjaran sekiranya mereka solat penuh 5 waktu, atau teguran sekiranya mereka meninggalkan solat.

Budaya bersedekah

Bersedekah bukan hanya mengeluarkan wang ringgit diberikan kepada orang yang memerlukan. Menyediakan makanan untuk orang berbuka posa dan bersahur merupakan sedekah, memberi nasihat yang baik juga sedekah. Budaya bersedekah di sepanjang Ramadhan mesti dihidupkan dan ada cadangan duit raya disampaikan semasa Ramadhan.

Tarawih, menutup aurat dan merapatkan saf

Ustaz menyentuh tentang permasalahan menutup aurat, tarawih, merapat saf. Ketika keluar rumah untuk mengerjakan solat tarawih di masjid atau di surau, hendaklah memastikan menutup aurat dengan sempurna. Tidak memakai pakaian jarang dan ketat. Ketika solat berjamaah hendaklah merapatkan saf.

Berdoa sebelum buka puasa

“Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa itu tatkala waktu
berbukanya,adalah waktu doa yang tidak ditolak.”
(Riwayat Ibn Majah)

Waktu berdoa adalah sebelum berbuka puasa,waktu sahur dan digalakkan banyakkan istigfar

Kelebihan beramal pada akhir Ramadhan

Menyediakan suasana dan keadaan yg menggalakkan ibadah 10 hari akhir ramadhan, suasana orang-orang membaca quran bukan suasana yang ghairah menyambut hari raya.

Sekian sedikit perkongsian, semoga ada manafaat dari nota ini, Insya Allah.Selamat beramal dan mengejar malam Lailatul Qadar


Sunday, 19 June 2011

SELAMAT HARI BAPA

Selamat hari Bapa khusus untuk suami tercinta yang sama-sama membesarkan 5 orang anak kita. Segala usaha dan tunjuk ajar membesarkan mereka dengan penuh tanggungjawab dan kasih sayang, walaupun dalam kesibukan dalam pelbagai urusan.

Semoga Allah terus memberi kekuatan......


1st Time Father








Friday, 17 June 2011

CIKGU SEPANJANG HAYAT... DAH MATI PUN CIKGU JUGA

Allah memberi kesempatan kepada kami pada malam itu untuk mengunjungi seorang teman anak kami di Sungai Mati, Muar. Sambil-sambil bertanya khabar juga berkongsi pengalaman bertugas sebagai houseman di hospital.

Kami dilayan baik oleh ibu dan bapa sahabat ini. Bapanya memulakan cerita yang beliau dan isteri baru pulang dari majlis "reunion" murid-muridnya di Port Dickson. Beliau yang telah berumur hampir 70 tahun dengan penuh emosi menceritakan bagaimana anak-anak murid lamanya balik berkumpul dan meraikan beliau. Mereka balik ke tanah air dari beberapa negara luar hanya untuk berkumpul dan meraikan guru mereka. Kata guru pencen ini, ucapan murid-muridnya menceritakan kisah-kisah lama dan penghargaan yang mereka berikan membuatkan dia dan isteri sangat terharu. Semasa bercerita, nampak tergenang air matanya. Bagaimana seorang guru yang sangat bangga menceritakan kepada kami tentang penghargaan yang diberi oleh murid-muridnya.

Begitulah bagaimana bangganya seorang guru apabila jasanya yang tak seberapa dihargai oleh murid-muridnya. Mereka menyediakan / menyewa satu bilik khas untuk guru mereka dan isterinya (juga seorang guru pencen).

Menurut kata cikgu berkenaan, itulah kualiti murid-murid dulu yang pandai menghargai guru-guru mereka.

Murid-murid zaman sekarang bagaimana?
Bagaimana pula penghargaan kita kepada guru-guru kita?

Ada orang kata guru seperti lilin membakar diri menerangi orang lain. Betul ke?
Saya macam kurang setuju dengan pernyataan ini, kerana:

1. "to teach is to learn twice". Maksudnya seorang guru itu akan meningkatkan dirinya dari segi ilmu apabila dia membuat persediaan untuk mengajar.
2. kalau guru itu membakar dirinya umpama lilin, apa pulak yang ada lagi pada dirinya untuk diberikan kepada murid-muridnya?
3. guru perlu "upgrade" diri sendiri untuk terus dapat menymbang dengan berkesan membina agama, negara dan bangsa. Dalam dunia ICT yang pesat berkembang ini, guru-guru juga perlu melengkapkan diri dengan kemahiran ICT. Media maya boleh digunakan untuk penyebaran ilmu.

Ada juga yang berpandangan guru seperti matahari yang menyinar. pernyataan ini lebih "power"

Apa-apapun terima kasih cikgu..

Monday, 30 May 2011

JANGAN MATI SEBELUM MATI

2 tahun yang lalu, semasa saya mencari-cari bahan dalam internet tentang time management, saya terjumpa kisah seorang profesor hebat Randy Pausch. Saya mengikuti video beliau menyampaikan ceramahnya sampai habis dan saya muat turun ceramah beliau. Kini, semasa saya mengemaskan fail2 dalam laptop, saya terjumpa lagi video berkenaan. Saya pernah berkongsi video ini kepada guru-guru di sebuah sekolah ketika saya memberikan ceramah Headcount.

Siapakah beliau yang saya maksudkan. Professor Randy Pausch (Oct. 23, 1960 - July 25, 2008) ialah pensyarah University Carnegie Mellon yang didapati mengidap barah pankreas yang kritikal dan doktor menyatakan bahawa beliau hanya mempunyai beberapa tahun sahaja lagi untuk hidup. Namun, profesor gigih ini dalam ceramahnya menyatakan bahawa beliau tidak akan berceramah tentang kematian, tetapi beliau akan berkongsi bagaimana meneruskan hidup yang berkualiti.

Dalam caramahnya Pausch menghuraikan tentang pengajaran yang beliau dapat dalam kehidupan dan memberi nasihat kepada penonton bagaimana untuk mencapai tujuan hidup dan kerjaya.

Di antara petua yang beliau kongsi adalah:

1. Berusaha bersungguh2 untuk mencapai impian masing-masing. Kita akan dapat pengalaman jika kita tidak mencapai apa yang kita impikan.
2. Cadangkan anda untuk memilih ibu bapa yang baik. (boleh pilih ke?) Maknanya kitalah kena jadi ibu atau bapa yang baik atau memilih calon isteri atau suami yang boleh menjadi ibu atau bapa yang baik.
3. Manusia atau Barang : maksudnya tidak mengorbankan harga diri atau emosi anak-anak hanya kerana mereka membuat kesilapan; contohnya anak memecahkan gelas,jangan dimarah, sebaiknya diberi penjelasan bagaimana gelas itu boleh pecah dan ajak anak itu sama terlibat membuang kaca itu.
4. Jadikan kehidupan kita sesuatu yang menyeronokkan (sentiasa fikir positif)
5. Kerja dan berinteraksi secara baik dengan semua orang. Sentiasa berterus terang, meminta maaf dan bersabar. Juga biasakan diri berterima kasih dan menghargai orang lain
6. Banyak merungut dan komplen tidak akan menyelesaikan masalah.

Saya kongsikan juga salah satu video ceramah Profesor Randy Pausch.

Semoga kita dapat mengambil pengajaran dari kisah benar ini.

Monday, 16 May 2011

HARI GURU, HARI MURABBI : JASAMU DIKENANG

Baru saja rakyat Malaysia menyambut Hari Ibu, tiba pula Hari Guru. Kedua2 hari ini melibatkan diri saya, Ibu Guru.....

Secara semulajadinya, memang ibu adalah guru pertama bagi anak-anak. Sejak dari dalam kandungan, ibu menyediakan suasana persekitaran yang baik bagi anaknya. Anak diperdengarkan dengan bacaan al Quran dan ibu sepatutnya mengawal emosinya semasa mengandung. Pembentukan ini boleh dianggap proses pengajaran kepada anak ini. Siapa gurunya? Ibulah guru itu...

Sebelum anak ke Tadika, ibu juga yang mengajar anak di rumah. Walaupun pembelajaran formal berlaku di Tadika dan Sekolah, ibu juga perlu mengajar anak cara bergaul dengan adik beradik, sepupu, ibu dan bapa dan lain-lain.

Saya masih ingat guru-guru saya di sekolah rendah. Guru kelas cikgu Zainiah, cikgu Zuraidah, cikgu Shamsudin, cikgu Jamaludin, cikgu Arshad, ustazah Salmiah dan ramai lagi. Guru di sekolah menengah, cikgu Chan, cikgu Sabariah, Sister Hyacinth, cikgu Jamilah, cikgu Khadijah, Pn Tham, Pn Ang, Pn Sharida, Pn Yee dan ramai lagi.

Beberapa peristiwa berjumpa guru

1. Pada tahun 1997, semasa saya sedang menunggu giliran untuk berwudhu' di padang Arafah, saya terperasan seorang jamaah haji yang saya kenali. Untuk mendapat kepastian, saya menghampirinya dan bertanya, "Ni ustazah Salmiah ke?" Dalam keadaan tertanya2 dia menjawab "ya, saya".. Saya pun memperkenalkan diri, muridnya ketika sekolah rendah dahulu. Nampak terharu dan gembira wajahnya. Kami pun terus berbual sementara tiba giliran. Sejak itu, saya tidak bertemunya lagi; tak tau keadaan beliau sekarang.

2. Suatu ketika lain, saya balik kampung dan pergi berurusan di sebuah bank di Teluk Intan. Saya berjumpa dengan ustaz Saim. Saya menegurnya. Dia menyahut sapaan saya "Ini Azizah ke Alauyah ni... di mana kamu sekarang? dah berapa orang anak?" Mukanya nampak ceria dan puas hati melinat kejayaan anak muridnya.

3. Di Taman Dato S M Nor Batu Gajah (semasa taman ini masih beroperasi), saya, suami dan beberapa orang anak bersiar-siar melihat sekitar taman. Nampak di tepi bangunan, sepasang suami isteri yang agak senior sedang duduk berbual. Saya memerhatikan dari jauh, seolah-olah mengenali pasangan ini. Ya, mereka adalah Mr dan Mrs Yee. Mrs Yee adalah guru Add Maths kami semasa d tingkatan 4 dan 5 di SM Convent Teluk Intan. Saya mendekati beliau, memperkenalkan diri dan bertanya khabar. Nampak gembira wajah cikgu ini apabila muridnya masih mengenali beliau.

4. Pada suatu hari, kami masuk ke USM melalui pintu utama. Kelihatan seorang pensyarah bersama beberapa orang pelajat sedang berbincang di tepi padang di kawasan meletak kereta. Saya minta suami memperlahankan kereta untuk mengecam pensyarah berkenaan.Tepat sangkaan saya, beliau adalah Miss Moira Tan guru PJ kami ketika sekolah dulu. Semasa saya mengidap chicken pox, beliaulah yang menghantar saya balik ke rumah mak di Chenderong Balai. Beliau adalah seorang guru yang sangat akrab dengan murid-muridnya


Kepada semua guru-guru yang telah mengajar saya, dari darjah 1 sehingga ke tingkatan 6 rendah (sekejap) SELAMAT HARI GURU, JASAMU TETAP KU KENANG

Saturday, 7 May 2011

HARI IBU SEPANJANG MASA

Doa untuk ibu dan bapa



"Ya Tuhan kami, berilah keampunan kepadaku dan kedua-dua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)”

SELAMAT HARI IBU BUAT MAK TERCINTA. Pengorbananmu tidak ternilai seisi dunia. Lembut wajahmu mendidik kami sehingga kami 7 beradik menjadi kami seperti hari ini. Kejayaan kami adalah hasil didikanmu dan bapa; membesarkan kami tanpa kenal erti jemu

Banyak hasil didikan dan tunjuk ajarmu yang kini kami gunakan untuk mendidik anak-anak kami pula. Engkaulah contoh seorang ibu yang mempunyai daya juang yang tinggi, kau akan berusaha sedaya upaya demi kesejahteraan anak-anakmu.

Terima kasih mak dan arwah bapa......